Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

5 Makanan Unik Yang Sering Kita Jumpai

Written By Admin on Rabu, 07 November 2012 | 07.09

Kita pasti berpikir bahwa cara yang tepat untuk menyimpan sayur adalah dengan dimasukkan ke kulkas supaya tetap segar. Namun ternyata tidak semua bahan makanan dapat disimpan di dalam kulkas. Berikut adalah lima jenis contohnya.

Tomat

Ok, secara teknis tomat adalah buah, namun lebih dekat disebut sebagai sayur. Jika kamu pernah menanam tomat, maka kamu akan tahu bahwa tomat suka panas dan benci dingin. Ternyata walaupun setelah dipetik, tomat masih tidak tahan dingin. Kulkas bukanlah tempat yang cocok untuk menyimpan tomat. Tomat yang disimpan dalam kulkas menjadi layu dan meskipun masih bisa dipakai untuk dimasak namun tidak untuk dimakan segar. Simpanlah di meja dapur (namun tidak terkena sinar matahari langsung) dan nikmati saat sudah ranum.




Kemangi

 Sama seperti tomat, kemangi juga suka panas, jadi jika disimpan di tempat dingin akan menyebabkan kemangi layu secara dini. Kemangi akan berada dalam kondisi maksimal jika disimpan di atas meja dapur dan dirawat seperti bunga segar. Setangkup kemangi dapat disimpan dalam sebuah cangkir berisi air (ganti airnya setiap sehari atau dua hari sekali) dan jauhkan dari sinar matahari. Bungkus longgar dengan kantong plastik untuk menjaganya tetap lembap (namun pastikan plastik mempunyai lubang untuk jalan masuk udara segar).





Kentang

Kentang baik disimpan pada suhu yang dingin namun bukan suhu dingin yang dapat membuatnya beku. Kentang baik disimpan dalam suhu sekitar 7,2 derajat Celcius, sekitar 10 derajat lebih hangat daripada kulkas pada umumnya. Sebagian besar dari kita tidak memiliki ruang penyimpanan bawah tanah (tempat yang gelap dan bersuhu dingin untuk menyimpan sayuran umbi akar seperti kentang), jadi menyimpan kentang di dalam kantong kertas di tempat dingin (seperti dalam lemari makanan) adalah yang terbaik.

Kenapa kertas? Karena kertas lebih memiliki pori-pori untuk benapas, tidak seperti plastik. Jadi kentang tidak akan membusuk dengan mudah. Dan kenapa bukan kulkas? Menyimpan kentang di dalam kulkas dapat mengubah zat tepungnya menjadi gula dengan mudah, yang dapat memengaruhi rasa, tekstur, dan proses kematangannya.

Bawang


Bawang keluar dari tanah dengan kulit pelindung yang tipis. Untuk membuat dan menjaga lapisan kulit yang tipis, bawang butuh "disembuhkan" dan disimpan di tempat yang kering seperti lemari penyimpan makanan, yang tidak selembap kulkas. Selain itu, kekurangan sirkulasi udara dapat membuat bawang menjadi busuk. Oleh karena itu bawah sebaiknya tidak disimpan di dekat kentang, yang mengeluarkan gas dan kelembapan dan dapat menyebabkan bawang lebih cepat busuk.

Simpanlah bawang di ruangan yang dingin, kering, gelap, dan memiliki ventilasi yang baik. (Cahaya dapat menyebabkan rasa bawang menjadi pahit). Namun tak semua bawang harus diperlakukan sama. Daun bawang dan kucai memiliki kadar air yang tinggi dan lebih mudah rusak, jadi harus disimpan di dalam kulkas.

Avokad

 Saat kita membeli avokad yang sekeras batu, jangan simpan avokad itu di dalam kulkas, karena akan memperlambat proses pematangannya. Namun jika kita memiliki avokad yang telah matang dan tidak akan langsung dikonsumsi, simpanlah di dalam kulkas untuk mencegahnya cepat busuk.

Jadi inti dalam penyimpanan avokad adalah, simpan avokad yang belum matang dalam lemari, dan simpan avokad yang telah matang dalam kulkas apabila buah tersebut tak akan dimakan saat itu juga.

yahoo.com
07.09 | 0 komentar

Makanan Yang Murah Tapi Enak

Written By Admin on Selasa, 17 April 2012 | 19.41



Thiwul, untuk sebagian masyarakat indonesia merupakan makanan pokok pengganti beras, karena susahnya mendapatkan beras ( mahal ) atau pun kalau ada sudah tidak layak konsumsi karena beras gudang bulog yg kombinasinya 70% : 30% ( Kutu : Beras ), maka thiwul pun menjadi makanan favorit disebagian wilayah seperti Wonogiri, Pacitan dan Gunungkidul.

Thiwul merupakan makanan tradisional yang lekat dengan masyarakat. Meskipun banyak makanan modern, namun bagi para penikmatnya thiwul menjadi makanan yang tetap dicari. Makanan yang sebelumnya menjadi pengganti nasi dan dihidangkan dengan sambal ini, kini diolah menjadi jajanan bercitarasa manis dan gurih. Dengan tekstur yang lebih lembut dan penambahan gula, thiwul jenis ini disebut thiwul ayu.

Thiwul ayu yang terkenal di Wonosari juga bisa ditemui di daerah Mangunan, Dlingo, Bantul. Mbok Sum, pembuat thiwul ayu yang mulai tahun 1997 membuat thiwul ayu dan menjadikannya sumber penghasilan. “ Setiap hari, kami memproduksi 50 kotak thiwul dan bisa lebih jika musim liburan”, penjelasan Mbok Sum di kediamannya. Omset pada musim lebaran bisa mencapai Rp. 500.000 per hari, yang pada hari biasa hanya sekitar Rp. 200.000 per hari.

Mbok Sum membuat thiwul dari tepung gaplek yang dipasok petani dari Mangunan, gula merah atau gula putih dan kelapa. “ Menurut para pembeli gaplek dari sini mempunyai cita rasa khas dan untuk campuran gula lebih disukai dengan gula merah “, jelasnya. Pembuatannya tidak memerlukan waktu yang lama, sekitar 15-20 menit sehingga pembeli bisa menunggu sekaligus melihat proses pembuatannya. Sebagai oleh-oleh, thiwul ini akan tahan hingga 2 X 24 jam dan bisa lebih jika disimpan di kulkas. Harga satu kotak Rp. 3.500 untuk ukuran kecil dan Rp. 5000 untuk ukuran besar, baik thiwul gula merah, gula pasir maupun thiwul sambel. Meskipun tempatnya agak terpencil, konsumen thiwul ayu ini tetap mendatangi untuk membeli jajanan ini.

Keberadaan tempat wisata yaitu kebun buah dan makam raja-raja Imogiri pun cukup membantu pemasaran makanan ini. Penggemar thiwul ayu ini tidak hanya terbatas pada wisatawan lokal, namun wisatawan mancanegara pun menggemari, seperti wisatawan dari Korea dan Jepang.

semoga menjadi inspirasi untuk anda

berbagai sumber'
19.41 | 0 komentar

Es Buah Duren Juara Dunia

Written By Admin on Rabu, 08 Februari 2012 | 19.31



Beberapa butir duren wungkul – utuh dengan bijinya – dari buah pilihan, ditempatkan di dalam mangkuk, topping-nya adalah serutan es dan susu kental manis coklat. Bagi penggemar duren, ini adalah puncak pengalaman menikmati es duren. Durennya legit dan benar-benar duren.

Kali ini jalan-jalan bersama Pak Bondan Winarno menikmati es durian. Beberapa kota besar Indonesia sejak lima tahun belakangan ini mengalami perubahan peta kuliner yang cukup gegap gempita. Bandung adalah salah satunya. Setiap kali datang ke Bandung, selalu ada tempat makan yang baru dibuka maupun yang baru ditemukan. Artinya, selalu ada alasan untuk datang ke Bandung.

Kejutan pertama saya temukan di Kantin “Sakinah” – referensi dari Adi Taroepratjeka. Teman-teman langsung bersamaan berseru: “Wah, ini kantin yang sakinah, warrohmah, mawardah.” He he he, mungkin mereka ingat saat akad nikah dulu. Ini sebuah kantin tempat mangkal berbagai penjual makanan dan minuman, berlokasi di kaki Dago. Salah satu penjual di situ adalah Mang Aip yang menjajakan es duren.

Saya memesan es buah duren – maksudnya: es buah ditambah duren – yang ternyata sangat mengesankan. Es buahnya cakep. Isinya: alpukat mentega nan lembut, kelapa muda yang nyakrek, kuweni yang harum, dan sekoteng alias pacar cina bin mutiara. Di atasnya ditambahkan tiga butir duren. Ampun, dah! Ini benar-benar es buah duren juara dunia. Hidup, Mang Aip!

Oleh: Bondan Winarno
19.31 | 0 komentar

"Kue Lupis" Manisnya Ngangeni di Lidah..

Written By Admin on Rabu, 01 Februari 2012 | 20.28

 
Kue Lupis ini merupakan makanan favorit dari ketan ditabur kelapa berkuah air gula jawa. Kue ini biasa di jual berbarengan dengan kue tradisional lainnya. Jajanan kue Lupis pernah jadi makanan favorit sewaktu kecil. Sempet mikir kalo bikin kue ini susah, dulu taunya tinggal beli. Kue satu ini bisa dengan mudah didapat di pasar-pasar tradisional.

Bahan:
500 gr ketan putih, rendam, cuci tiriskan
1/2 sdm air kapur sirih
daun pisang

Pelengkap:
150 gr kelapa setengah tua, kupas parut panjang
150 ml air gula merah

Cara membuat:
1. Perciki ketan dengan air kapur sirih, aduk rata. Siapkan daun pisang rangkap 2, bentuk seperti kerucut, isi dengan 1 sdm ketan, tekuk bagian atas daun semat dengan lidi.
2. Rebus air hingga mendidih, masukkan bungkusan ketan. Rebus selama 2-3 jam. Tiriskan.
3. Setelah dingin, buka bungkusnya, gulingkan dalam kelapa parut. Hidangkan lupis dengan air gula merah ( kinca).
20.28 | 0 komentar

Soto Ayam Lamongan Paling Yahood.."

Written By Admin on Minggu, 08 Januari 2012 | 01.10




Soto ayam yang kuahnya panas dan gurih rasanya bisa jadi penyegar siang ini. Racikan soto dari sebuah kabupaten di Jawa Timur ini rasanya memang spesial. Isinya komplet, kuahnnya kekuningan wangi plus taburan bumbu yang bikin makin enak saja!

Soto memang sangat banyak jenisnya di Indonesia. Hampir tiap daerah punya gaya racikan yang berbeda. Salah satu soto yang berasal dari Lamongan Jawa Timur sangat tersohor lezatnya hingga ke berbagai daerah luar Jawa.

Kuah soto Lamongan ini bening kekuningan dengan aroma bawang yang kuat. Isinya berupa suwiran daging ayam rebus, irisan kol, tomat, daun bawang, suun dan irisan telur. Yang menjadi ciri khas justru topping alias taburannya yang berupa bubuk kekuningan. Bubuk ini dibuat dari kerupuk udang, bawang merah goreng, bawang putih goreng yang dihaluskan.

 Rahasia kelezatan soto ini terletak pada kuah atau kaldunya. Ada yang memakai kaldu ayam asli, ada pula yang memberi tambahan udang sehingga rasanya sangat gurih. Untuk isian soto, tidak terbatas pada dagingnya saja, beberapa penjual soto menambahkan sayap ayam, cakar ayam, hati dan ampela bahkan kulit ayam. Jadi tinggal dipilih yang disuka.


Penjual soto Lamongan asli biasanya memakai gerobak dengan panci khusus yang mulutnya lebar. Panci ini berisi kaldu dan terus-menerus dipanaskan. Bahan-bahan yang lainnya disusun di lemari yang ada di sisi gerobak. Ada juga yang memakai nama Ambengan, tempat soto Lamongan tersohor di Surabaya.

Untuk menyantap soto Lamongan, setelah diberi topping bubuk, bisa dikucuri air jeruk nipis, kecap manis plus sambal rawit merah jika suka. Aduk sampai rata dan hirup kuahnya yang mulai kental karena terkena bubuk. Rasanya yang gurih, sedikit asam dan manis menjadi ciri khas soto ini. Hmmm..dijamin keringatpun akan mulai berlelehan karena kuahnya yang panas mengepul..!
01.10 | 0 komentar

Kue Tradisional "Serabi"

Written By Admin on Jumat, 06 Januari 2012 | 00.47



Serabi merupakan salah satu makanan ringan atau jajanan pasar yang berasal dari Indonesia. Di beberapa daerah di Indonesia memiliki resep kue serabi berbeda-beda. Seperti Serabi Telur, Serabi Solo, Serabi Bandung, dan Serabi Padang.

Kue Indonesia sangat didominasi dengan bahan dari tepung beras. Balutan kelapa juga membuat kue Indonesia semakin gurih saat dikonsumsi, salah satunya kue serabi.

Serabi atau Srabi adalah jajanan khas Solo, terbuat dari santan kelapa dengan sedikit campuran tepung, yang menjadikannya gurih. Biasa juga diberi taburan berupa potongan pisang, nangka atau bahkan meses dan keju bila suka.

Kue ini juga begitu digemari berbagai kalangan dari mulai anak-anak hingga orang tua. Kue serabi yang sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari dapat memberikan omset yang besar jika kita mengolah, berinovasi dan sungguh-sungguh menjalani usaha ini .

Bahan Serabi Solo :
  • 100 gr tepung beras
  • 1 sdm tepung terigu
  • 350 ml santan kental
  • 25 gr gula pasir
  • 1/2 sdt vanili bubuk
  • 1/2 sdt yeast/fermipan
  • 1/4 sdt baking soda
  • daun pandan secukupnya
  • 1/4 sdt garam
  • daun pisang secukupnya

Bahan taburan :
  1. Nangka potong dadu kecil
  2. Pisang iris kecil
  3. Meisis

Cara Membuat Serabi Solo :
  1. Panaskan santan dan daun pandan, aduk2 hg mendidih, lalu diamkan santan sp suam kuku/hangat.
  2. Ambil kira-kira 50 ml santan bagian atasnya untuk areh.
  3. Campur semua bahan kering, aduk sampai rata.
  4. Tuangkan 300 ml santan, sedikit-sedikit sambil diaduk rata.
  5. Keplok-keplok adonan sampai adonan licin, lalu diamkan selama 1 jam sampai adonan berbusa.
  6. Panaskan cetakan serabi dengan api sedang.
  7. Aduk-aduk adonan, tuang 1 sendok sayur adonan ke dalam cetakan serabi.
  8. Ratakan pinggirnya menggunakan punggung sendok sayur.
  9. Tunggu sampai permukaan serabi berlubang, lalu beri 1 sdt santan areh dan bahan taburan diatasnya.
  10. Tutup cetakan, masak hingga serabi matang.
  11. Siapkan daun pisang, potong kecil-kecil, angkat serabi langsung letakkan diatas daun pisang.
  12. Sajikan hangat…
berbagai sumber'
00.47 | 0 komentar

Sensasi Kelezatan Kelepon Saat Meledak di Mulut

Written By Admin on Senin, 05 Desember 2011 | 20.03



Sepasang suami istri menghampiri penjual kelepon di salah satu lapak di Pasar Ahad Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar Kalsel. Setelah memperhatikan kue yang dijual, keduanya minta izin kepada penjual untuk mencicipi terlebih dahulu.

"Hmm, enak sekali. Oke, saya ambil dua kotak. Tolong dibungkus  ya," ujar sang suami, sembari menyerahkan dua lembar lima ribuan kepada lelaki penjual klepon tadi.

Pemandangan itu terlihat akhir pekan lalu. Tampaknya, pasangan suami istri itu warga pendatang, karena logat dan bahasanya bukan bahasa Banjar. Selain itu sepertinya mereka belum familiar dengan kelepon khas Banjar.

Makanan ini terbuat dari tepung beras ketan yang dibentuk seperti bola-bola kecil dan diisi dengan gula merah lalu direbus dalam air mendidih. Kelepon yang sudah masak lalu digelindingkan di atas parutan kelapa agar melekat, sehingga kelepon nampak berbalur parutan kelapa. Biasanya kelepon diletakkan di dalam wadah yang terbuat dari daun pisang.

Di Kalsel, banyak yang menjualnya, selain di Pasar Ahad, di Martapura, Banjar, penjual kelepon mudah ditemukan, bahkan dijajakan di tepi jalan raya. Sementara di Pasar Batuah dan Pertokoan Cahaya Bumi Selamat, penjual klepon ada yang berjualan di petak pedagang kue dan adapula yang dijajakan keliling pasar.

Menurut Ramlah, penjual klepon di kawasan Pasar Batuah, kue ini menjadi salah satu kegemaran masyarakat. Tidak hanya warga asli Banjar tapi juga warga luar Banjar, bahkan wisatawan asing yang berkunjung ke CBS.

"Nikmatnya menyantap kelepon adalah campuran parutan kelapa yang membaluri bagian luar dan air gula di dalamnya. Paling enak, ketika memasukkan klepon ke mulut dan sekali gigitan membuat kue itu `meledak' di mulut," seloroh Ramlah.

Ramlah, mengatakan, ada dua jenis klepon yang kami jual, kelepon buntut dan klepon bulat. Bedanya hanya soal ukuran. Sekotak klepon buntut isi 25 biji harganya Rp 5000, sedangkan klepon bulat sekotak isi 10 biji seharga Rp6000.

TRIBUNnews.com'
20.03 | 0 komentar

Mangut Lele Mbah Marto

Written By Admin on Senin, 18 Juli 2011 | 10.34

Warung Gudeg Mbah Nggeneng terletak di Dusun Nengahan, Panggung Harjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Lokasi ini relatif sulit untuk dicari karena terletak di dalam perkampungan. Dari arah kota Yogya kearah selatan mengikuti Jalan Parangtritis sampai dengan ketemu ISI Jogja dan kantor pos Sewon, kemudian belok ke kanan (barat) sampai ke dusun Nengahan. Kemudian ada masjid terus ke arah barat lagi dan masuk kira-kira 100 meter. Warung makan ini dimiliki oleh mbah Martodiryo atau mbah Marto Gowok (80 tahun). Begitu masuk kedalam gang, sudah terlihat plang sederhana yang terbuat dari kayu bertuliskan “Sego Gudeg Nggeneng” milik Mbah Martodiryo. Bukan warung nasi ternyata, tetapi rumah si mbah yang disulap menjadi warung nasi sederhana. Begitu masuk pembeli langsung digiring untuk masuk kedalam dapur, mengambil nasi dan memilih lauk yang sudah tersedia diatas dipan kayu.
Warung sego gudeg nggeneng adalah warung makan yang menyajikan gudeg klasik dengan areh yang tidak kental dan sayuran hijaunya menggunakan daun pepaya yang tidak pahit. Sambalnya berupa sambal kacang tholo yang dimasak pedas dengan menggunakan rambak (krecek ndeso) dengan rasa yang super pedas. Sedangkan lauknya berupa tahu, tahu, tempe, telur, rempelo ati, garang asem, ayam kampung, yang dimasak dengan bumbu besengek dan tidak lupa dengan mangut lelenya. Dulunya, mbah Marto menjajakan makanan ini dengan berjualan keliling berjalan kaki di daerah Suryoputran, Gamelan, Pesindenan, Patehan, Rotowijayan, dan lain-lain. Namun seiring dengan bertambahnya usia, mbah Marto akhirnya menggelar dagangannya di rumah.
Mangut lele merupakan menu lauk andalan di warung ini, karena cara memasaknya yang unik dan rasanya yang khas. Tidak seperti lazimnya mangut di tempat lain yang lelenya digoreng, lele di sini diasapi dulu sebelum dimasak dengan bumbu mangut. Lele ditusuk dengan pelepah daun kelapa (bongkok), ditumpuk dan kemudian diasapi dengan menggunakan sabut kelapa. Rasa mangut lele ini membuat lidah susah berhenti bergoyang dengan rasa pedas yang pas. Warung ini  tidak pernah sepi pembelinya, rata-rata mereka adalah para karyawan, tetangga terdekat, apa lagi kalau sdh jam istirahat siang, warung ini dipenuhi pembeli, sampe ke dapur masaknya.


Bukan hanya mangut lele atau lele asap yang terkenal itu yang tersaji diatas meja, tetapi lauk pauk lain seperti gulai ayam kampung, gudeg kering, ceker ayam, dan yang lain-lain.  Lele yang terlebih dulu sudah diasap di atas tungku kayu bakar kemudian dicampur dengan kuah santan yang gurih dan pedas, rasanya luar biasa. Sensasi aroma sangit dari ikan lele yang diasap bercampur dengan kuah santan pedas manis membuat makan siang saya semakin terasa nikmat. 




Dapur Mbah Marto adalah ‘markas’ dari sejumlah mangut lele dan beberapa kuliner lain. Cara memasaknya masih menggunakan cara tradisional, yaitu masih menggunakan kayu bakar,  kwali dan peralatan tradisional lainnya. Tidak heran jika ada pembeli yang masuk ke dapur mbah Marto dipenuhi dengan asap tebal dan pembeli dapat langsung melihat cara masaknya. Pembeli dengan mudah dapat langsung memesan di dapur masaknya.
10.34 | 0 komentar

Waroeng Pecel Cabean Yang Khas

Written By Admin on Senin, 11 Juli 2011 | 22.43


Warung makan terus bertumbuhan di Yogya, termasuk di Jalan Parangtritis, Bantul. Ada yang biasa, seperti warung soto, mi ayam dan sate, ada juga yang tampil khas. Salah satu warung makan yang khas adalah Waroeng Pecel Cabean.

Menurut salah seorang pegawainya, Pak Surya, warung ini dibuka pada Agustus 2009. Meski tergolong baru namun kata ‘warung’nya menggunakan ejaan lama Van Ophuijsen, yang berfonem ’oe’. Warung ini memang terkesan ingin menampilkan nuansa tempo dulu. Selain itu, rumah makan ini juga berangkat dari nuansa Jawa, baik dalam menu andalannya, maupun dalam dekorasi dan suasananya.

Sedikitnya ada tiga hidangan khas Jawa di warung ini. Yang diandalkan sesuai dengan namanya tentu saja pecel. Pecel Cabean, menurut Pak Surya, merupakan racikan khas warung ini. Rahasia, kata Pak Surya, saat ditanya soal bumbunya.
 
Tampilan pecelnya seperti lazimnya pecel pada umumnya. Sayuran bayam, wortel, toge dan kacang panjang. Ditambahi potongan empal yang dipotong kotak-kotak, ditaburi bawang goreng. Di atasnya dua potong lempeng karak. Pecel ini memang layak jadi andalan, terutama sambel pecelnya yang terasa benar kacangnya. Cocok dipadu dengan empal yang manis, plus karak yang ”fungsinya” sedikit meredam rasa manis empal. Rasa manis, gurih dan sedikit asin bercampur jadi satu yang, walhasil, memang sedap.
 
Hidangan khas andalan berikutnya adalah gudeg manggar. Gudeg ini tidak terbuat dari nangka muda tetapi dari bunga pohon kelapa yang disebut manggar. Bersama manggar, ada krecek, telur, ketimun, dan sambal terasi. Rasa manggarnya gurih dan tidak terlalu manis.

Sedangkan brongkosnya dibuat sebagaimana lazimnya. Di atas lembaran daun pisang, sayur kuah khas Yogya ini memuat potongan daging sapi, tahu goreng, kacang tolo, kulit dan daun melinjo, serta taburan bawang goreng. Keluweknya cukup menyengat dalam kuah yang cukup kental. Rasa pahit kluwek cocok mengimbangi rasa manis kuah brongkos.

Harga pecelnya Rp 20.000, nasi brongkos Rp 9.000. Sedangkan harga nasi gudeg manggarnya Rp 15.000. Jika ditambah daging ayam harganya berkisar antara Rp 20.000 untuk kepala atau sayap hingga Rp 26.000 untuk gending atau mentok.

Hidangan Jawa lainnya adalah baceman tahu, tempe dan empal. Disiapkan juga toples-toples berisi rempeyek, krupuk, kacang, dan sebagainya. Pada setiap Sabtu dan Minggu disediakan jajan pasar basah.

Menu makanan umum lainnya adalah aneka sup, mie dan sayur, bakaran, seafood dan masakan bernuansa oriental.

Yang menarik, selain minuman tradisional Jawa seperti beras kencur, teh poci dan semacamnya, ada pula limun zaman dulu. Mereknya Ay-Hwa, yang terdiri dari empat rasa, yakni sarsaparrila, frambozen, citroen dan jeruk. Limun buatan Yogyakarta ini dikemas dalam botol dengan tutup botol yang unik. Tutup botolnya dikaitkan dengan kawat yang melingkar di leher botol. Untuk membukanya, tinggal menekan kawat dan tutupnya akan terbuka dan menggantung.

Suasana Jawa juga dibangun dengan gending Jawa yang senantiasa mengalun. Dekorasi dan interiornya serba kayu dan batu bata yang tak dilepo. Kebetulan pemilik warung ini, kata Pak Surya, juga seorang pengusaha mebel sehingga memahami estetika produk kayu. Di bagian dalam, terdapat ruang makan ala ”kampung” dengan bangku-bangku panjang.

Dipajang pula foto-foto Yogya pada masa lalu. Ada bangunan Stasiun Tugu pada tahun 1887, Vredeburg (1906), Pasar Beringharjo (1910), Gedung BNI (1925), dan lainnya. Ada lokasi Kauman pada tahun 1888, serta Jalan Malioboro pada tahun 1901, 1936 dan 1957.

Meskipun bernuansa kuno dan Jawa, pengunjung dimanjakan dengan teknologi modern, yakni fasilitas berinternet. Ada tiga buah PC yang bisa dipakai dengan cuma-cuma.

Sesuai dengan namanya, rumah makan ini terletak di bilangan Cabean, Sewon, Bantul., tepatnya di Jalan Parangtritis Km 7, di selatan Kampus ISI. Satu lagi rumah makan bernuansa Jawa telah hadir.
sumber:tembi.org
22.43 | 0 komentar

Angkringan Lek Min Jogja

Written By Admin on Selasa, 05 Juli 2011 | 10.29


Tidak seperti pada umumnya angkringan, tepatnya lebih layak disebut warung , tapi karena cikal bakalnya adalah sebuah angkringan, dan sudah terkenal sebagai angkringan, begitulah tempat ini tetep disebut angkringan.

Konon angkringan lek Min ini adalah tempat nongkrong para seniman Jogja. Jelas ini isyu yang menarik bagi banyak orang yang ingin mengetahui kehidupan para seniman, bagaimana mereka bergaul, dan obrolan seperti apa saat nongkrong bareng.
Soal kebenaran isyu ini, anda bisa buktikan sendiri, yang bisa kami pastikan adalah yang nongkrong di sini dari banyak kalangan, dari yang bertampang seperti seniman, eksekutif, orang umum atau sekedar mahasiswa, orang luar "bule" dan yang juga pasti adalah angkringan selalu ramai setiap malamnya.


Mau seniman atau bukan, yang jelas angkringan lek Min ini, sangat nyaman untuk kumpul dengan banyak teman atau sekedar ngobrol berdua saja. Akringan lek min ini berbentuk bangunan berlantai dua, atau pangung, namun lantai dua yang dimanfaatkan sebagai warung sejajar dengan jalan, ini karena kontur tanah yang lebih rendah dari jalan.
Terletak di pinggir sungai Winongo, di belakang bangunan angkirngan ini adalah sebuah kolam pemancingan, pemandangan orang-orang yang sedang memancing bisa terlihat dari jendela yang lebar.

Karena bentuknya adalah sebuah warung dengan dinding, nongkrong di angkringan lek Min tidaklah terasa dingin dibanding kalau nongkrong malam di angkringan pada umumnya. Setting interiornya pun seperti layaknya warung, kursi2 panjang, serta meja yg lebar. Dapur yang juga dalam satu ruangan, dibuat terbuka, jadi kita bisa menyaksikan proses pembuatan minuman.


Di tengah warung terdapat sebuah rak makanan, berbentuk semacam gerobak angkringan meskipun tidak sama persis, berisi lauk pauk dan gorengan, disampingnya adalah nasi dan piring serta makanan berkuah yang diletakan dalam panci ukuran besar. Di sini semua menu disediakan secara prasmanan kecuali minuman yang harus dipesan dahulu.
Menu utama makanan adalah brongkos, menu yang kami sarankan kalau anda pertama kali ke sini. Brongkos di sini rasanya sunguh istimewah, adalah makanan tradisional bekuah hitam dengan isi irisan tahu, kulit buah mlinjo serta sayuran lain, dengan perpaduan cabai rawit utuh dan rempah yang pas di lidah.
Makan brongkos bisa dipadu dengan dengan lauk yang ada, seperti tempe goreng, oseng tempe, sate usus, ayam goreng, dan banyak yang lain. Selain brongkos, juga disediakan gulai kambing, serta sayur lodeh.


Untuk minuman, yang sepesial adalah teh poci, teh yang diseduh dan disajikan dengan poci,  menggunakan gula batu. Minuman lain yang tidak kalah sepesial adalah wedang asem, wedang jahe, wedang tape, kopi murni, kopi susu, semua umumnya disajikan dengan gula batu.

Untuk menuju angkringan lek Min ini, anda bisa akses melalui perempatan wirobrajan, adalah perempatan besar 2 kiometer arah barat Kantor Pos besar (kawasan Malioboro ).
Dari perempatan wirobrajan ambil arah ke selatan melalu beberapa lampu merah sampai ketemu sekolah SMKI atau SMSR, adalah sekolah seni tingkat SLTA di Jogja. Persis setelah SMKI ada jalan ke kiri/timur (jl. Gumuk Indah) masuk saja sampai Anda temukan jembatan, letak angkringan lek Min sebelum Jembatan di kanan/selatan jalan.
10.29 | 0 komentar

Categories

Blog Archives

Pengikut