Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Budidaya Ikan Cupang

Written By Admin on Minggu, 26 Juni 2011 | 09.24


IKAN CUPANG
Ikan cupang adalah ikan hias yang sangat dikenal oleh masyarakat khususnya anak-anak, karena ikan tersebut selain rupanya yang cantik juga dapat merupakan tentera yang menarik bila diadu. Ikan ini juga sering disebut ikan laga dan nama latinnya adalah Betta splendens, termasuk dalam famili Anabantidae (Labirynth Fisher).


PAKAN IKAN CUPANG
Terdapat berbagai macam pakan ikan cupang yang bisa didapat dengan mudah. Baik berupa makanan buatan maupun makanan alami. Namun secara umum, ikan cupang lebih menyukai makanan yang bergerak.


Berikut berbagai macam pakan ikan cupang :

1. Cacing Darah ( blood worm )
Cacing darah merupakan jenis pakan ikan cupang yang paling aman, khususnya bagi cupang dewasa. Dikarenakan kandungan lemaknya rendah sehingga tidak mengganggu organ reproduksi. Di pasaran cacing darah bisa didapatkan dalam keadaan beku ataupun masih fresh.

2. Cacing Sutra ( tubifex worm )
Cacing sutra sangat mudah didapat karena memang diperjualbelikan oleh pedagang ikan maupun pedagang umpan. Harga cacing sutra relatif lebih murah dibandingkan blood worm. Namun karena kandungan lemaknya tinggi maka kurang cocok diberikan untuk ikan cupang dewasa, karena cupang yang terlalu gemuk dapat berpengaruh pada organ reproduksinya. Cacing sutra cocok diberikan sebagai pakan ikan cupang untuk pembesaran.

3. Jentik Nyamuk ( Cuk )
Pada musim kemarau, Jentik nyamuk ini banyak diketemukan di air yang menggenang. Jika ingin menghemat biaya pakan ikan cupang, maka jentik nyamuk adalah salah satu solusinya. Jentik nyamuk adalah pakan ikan cupang yang paling murah. Kebanyakan petani ikan cupang hias mendapatkannya dengan mencari di got atau parit. Pemberian cuk jangan berlebihan karena cuk yang tidak termakan akan berubah menjadi nyamuk.

4. Kutu Air
Contoh kutu air adalah moina dan daphnia. Kutu air juga bisa dibeli melalui pedagang makanan ikan hias maupun dikultur sendiri. Untuk mengkulturkannya anda membutuhkan mangkuk air hijau. Ambil dan tambahkan sedikit ke tangki anakan ikan. Daphnia akan memakan seluruh kotoran microscopic, seiring dengan mereka makan, mereka akan mengambang dan sebagai kebalikannya anakan ikan akan memakan mereka. Sebagai salah satu pakan ikan cupang, kutu air juga bisa didapatkan di parit atau sungai kecil.

5. Artemia ( brine shrimp )
Artemia adalah embrio yang tadinya tertidur kemudian bangun. Artemia adalah sejenis udang primitif. Artemia merupakan pakan ikan cupang yang terjadi melalui metamorfosis ketika meraka bebas berenang. Burayak cupang sangat menyukainya. Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan artemia adalah 25-30 derajat celcius.

6. Vinegar Eel
Ini adalah pakan ikan cupang yang cocok untuk burayak cupang. Bentuk mereka lebih kecil dibanding brine shrimp dan sangat baik untuk makanan pertama. Untuk budidayanya anda membutuhkan kontainer yang lebar, cuka apel, potongan apel kecil dan starter Culture. Isi teko dengan campuran tersebut. Taruh ditempat gelap dan tinggalkan beberapa minggu.

7. Infusoria
Infusoria adalah pakan ikan cupang yang sempurna, terutama untuk anak cupang yang baru menetas. Infusoria berbentuk jasad renik atau ganggang renik. Anda bisa membuatnya dengan cara menyiapkan sayuran busuk kedalam wadah yang berisi air. Maka dalam beberapa hari akan terbentuk infusoria dengan jumlah yang berjuta-juta.

8. Paramecium
Pakan ikan cupang jenis ini gampang dan mudah diperoleh. Paramecium merupakan protozoa yang komplek yang merupakan makanan pengganti setelah anak ikan menetas. Pengulturannya menggunakan wadah kecil yang berisi air yang kemudian dituangkan sedikit Liquifry. Lalu wadah dibawa keluar untuk mendapatkan cahaya terang selama beberapa hari. Pemanenan paramecium dilakukan dengan cara menuangkan hasil kultur kedalam wadah yang berisi ikan cupang.


CARA BERKEMBANG BIAK
Ikan ini berkembang dengan cara bertelur dan telurnya menempel pada substrat seperti akar tanaman, daun-daun atau serabut rapia.


Cara Memilih Ikan Cupang yang Berkualitas
  1. Pilihlah ikan yangekornya lebar dan seritnya tebal, jangan yang tipis (karena jika tipis mudah terkena penyakit,dan akibatnya seritnya akan menjadi keriting).
  2. Bentuk ekor kalau bisa 180 derajat (biasa disebut a Half Moon), karena perkembangan ekornya akan memanjang (usahakan jangan memilih yang ekornya kurang lebar),karena sewaktu ikan itu berkembang manjadi besar antara ekor dan siripnya ada celah sehingga kurang bagus.
  3. Bentuk ekor seritnys harus sama dan rapi.
  4. Letak Ekor dengan badan ikan harus ditengah benar-benar seimbang, jangan agak menjorok ke atas.
  5. Pilihlah ikan yang badannya besar, jangan yang memanjang, karena memanjang maka pada saat ikan itu berkembang menjadi besar antara ekor dan siripnya akan ada celah.(kurang rapat).
  6. Pangkal ekornya harus tebal, jika tipis maka pada saat perkembangan ikannya tidak menambah lebar dari ekornya.
  7. Pilihlah ikan yang sering/senang bermain di dasar atau tengah air, karena kalau ikan yang sering bermain di atas kemungkinan ekor yang lebar tersebut urat dari seritnya tersebut akan patah.
  8. Jika ikan yang kita sukai sering bermain di permukaan air, caranya agar ikan tersebut tidak bermain di atas adalah sekat yang untuk menutup akuarium ditutup setengah saj (dari atas ketengah), jadi yang terlihat hanya dari bagian tengah ke bawah.
  9. Jika kita memilih ikan warna kombinasi, kalau bisa warna di ekor dan disiripnya sempurna (Tidak berantakan=rapi).
  10. Begitu pula bila memilih ikan warna dasar, jangan ada warna lain dari ikan tersebut kalau bisa dasinya tersebut juga harus sama dengan warna ikannya. Biasanya ikan dalam kategori warna dasar dasinya berwarna merah.
  11. Pilihlah ikan yang serit di siripnya atau ekornya jangan ada yang transparan. (Adhecyber Peutua)



Langkah-langkah yang perlu diketahui :
  1. Pilihlah induk yang baik dan jantan yang cantik dan agresif.
  2. Pisahkan antara induk jantan dan induk betina dan diberi makan yang cukup selama 4 s.d. 5 hari.
  3. Masukkan induk jantan dan induk betina kedalaman tempat pemijahan (toples, aquarium, ember, baskom) yang telah diberitanaman air (eceng gondok atau serabut rapia dengan kedalaman air ± 25 cm).
  4. Setelah 2-3 hari akan terlihat telur menempel pada daun atau rapia.
  5. Pindahkan yang betina dan beri makan secukupnya.
  6. Selama 2-3 hari anak ikan tersebut tidak diberi makan karena masih ada persediaan kuning telur dalam tubuhnya.
  7. Selama 2-3 hari kemudian anak-anak ikan tersebut perlu diberi makan infosuria selama 3 hari kemudian diberi makan kutu air yang disaring selama 10 hari dan setelah itu dapat diberi kutu air tanpa disaring.



KONTES IKAN CUPANG
Di samping sebagai pajangan atau pemuas hobi, cupang juga sering dilombakan dalam sebuah kontes. Berbagai ikan cupang dari berbagai penjuru daerah biasanya akan ditandingkan untuk melihat keindahannya dalam kontes tersebut. Pemenangnya, pasti akan memiliki nilai jual yang tinggi.

Bagi cupang yang memenangkan kontes, otomatis akan menaikkan gengsi sang pemilik dan mendongkrak harga jualnya. Keturunannya (anak cupang) juga bakal laku di pasaran dan untung sudah di depan mata.

Ikan cupang hias yang dilombakan meliputi 3 kategori, serit, halfmoon, dan kategori plakat. Untuk kategori serit kelas senior berukuran 5,5 cm ke atas yang terdiri dari warna dasar merah, warna maskot, warna kombinasi dan warna bebas. Sedangkan untuk kelas yunior berukuran 4-5 cm terdiri dari warna dasar merah, warna maskot, warna kombinasi dan warna bebas.

0 komentar:

Posting Komentar