Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Tampilkan postingan dengan label kebidanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebidanan. Tampilkan semua postingan

Tips Mengatasi Demam Setelah Persalinan

Written By Admin on Sabtu, 07 Januari 2012 | 07.30



Demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celcius sering terjadi pada ibu setelah melahirkan. Hal ini biasanya terjadi akibat bendungan ASI (air susu ibu ) yang terlalu banyak dan tidak dihisap oleh bayi. Tak jarang ibu yang mengalami demam setelah menggigil dapat berakibat syok, untuk itu waspadai gejala yang terjadi pada ibu setelah melahirkan, karena kondisi dapat memburuk lebih cepat.

Infeksi pada rahim setelah melahirkan dapa menjadi penyebab kematian ibu. Kelambatan penanganan dapat menyebabkan syok dan penumpukan udara pada paru, infeksi panggul, sumbatan pada rahim dan ketidak suburban.

Hal ini biasanya sering terjadi akibat pada saat persalinan menggunakan alat yang tidak steril dan dapat mengakibatkan hal-hal yang terjadi setelah persalinan, akan tetapi seperti bendungan asi dapat terjadi akibat ibu tidak mau menyusui bayi nya dan menyebabkan asi tidak keluar dengan sempurna.

Gejala yang sering terjadi pada ibu setelah melahirkan yang mengalami masalah sebelum demam yaitu :
  1. Menggigil
  2. Nyeri perut bagian bawah
  3. Darah yang keluar setelah melahirkan berbau dan bernanah
  4. Rahim yang ditekan terasa sakit.
  5. Perut membengkak dan kembung.
  6. Payudara terasa bengkak dan nyeri.
  7. Infeksi payudara
  8. Susah bernafas
  9. Nyeri dada
  10. Sakit kepala
  11. Tubuh terasa lemah
  12. Mual dan muntah berlebihan
  13. Syok.

Gejala diatas dapat ditangani dengan:
  1. Istirahat dengan berbaring total
  2. Memberi minum yang banyak dan Infus
  3. Kompres untuk menurunkan suhu tubuh agar stabil
  4. Jika ada syok dan belum dapat ditangani segera hubungi dokter agar mendapat penanganan dan terapi lebih lanjut.
idebunda.com
07.30 | 0 komentar

Menyusui Minimal 6 Bulan Cegah Hipertensi

Written By Admin on Rabu, 28 Desember 2011 | 06.36



Memberikan ASI eksklusif banyak memberikan manfaat tidak hanya untuk bayi, tetapi juga bagi ibu yang menyusui. Sebuah riset terbaru menunjukkan, ibu yang menyusui secara eksklusif setidaknya enam bulan dapat menurunkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi) di kemudian hari.

Dalam temuannya, para peneliti meneliti korelasi antara menyusui dan resiko hipertensi pada 56.000 perempuan asal Amerika Serikat yang mengambil bagian dalam Nurses 'Health Study II. Semua memiliki setidaknya satu bayi.

Dalam risetnya, para peneliti menemukan bahwa perempuan yang memberikan bayi susu formula atau ASI kurang dari tiga bulan, seperempat lebih mungkin mengalami masalah tekanan darah. Hampir 8.900 perempuan akhirnya didiagnosis dengan hipertensi selama lebih dari 20 tahun.

Peneliti menyimpulkan bahwa ibu yang menyusui selama setidaknya enam bulan memiliki risiko lebih rendah terkena hipertensi selama periode 14 tahun. Penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology juga memperkirakan bahwa sebesar 12 persen kasus hipertensi pada perempuan yang memiliki anak telah dikaitkan dengan pemberian ASI yang tidak optimal.

"Perempuan yang tidak pernah menyusui lebih cenderung mengembangkan hipertensi ketimbang perempuan yang memberikan ASI eksklusif pada anak pertama mereka selama enam bulan atau lebih," kata Dr Alison Stuebe dari University of North Carolina, Chapel Hill, yang memimpin penelitian.

"Jika ini menunjukkan hubungan kausal, maka dengan berusaha memberikan ASI eksklusif Anda bisa membuat perubahan terkait kesehatan perempuan di kemudian hari," ujarnya.

Dalam temuannya, peneliti juga turut memperhitungkan faktor-faktor seperti kebiasaan diet (makan), olahraga, dan merokok.

Meskipun demikian, Dr Stuebe memperingatkan bahwa riset ini tidak secara langsung membuktikan bahwa menyusui dapat memberikan perlindungan jangka panjang terhadap hipertensi, tetapi lebih memperlihatkan manfaat langsung menyusui kepada bayi.

Seperti diketahui, dalam penelitian sebelumnya dikatakan bahwa menyusui membantu melindungi bayi terhadap penyakit-penyakit umum, seperti diare dan infeksi telinga bagian tengah. Bahkan beberapa penelitian juga menunjukkan manfaat pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui terhadap risiko diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung di kemudian hari.

kompas.com
06.36 | 0 komentar

Menyusui Pasca Persalinan Lanjut

Written By Admin on Rabu, 12 Oktober 2011 | 20.28



Masalah yang timbul pada periode ini adalah :
  1. Sindrom ASI kurang.
  2. Ibu bekerja.

Sindrom ASI Kurang

Masalah sindrom ASI kurang diakibatkan oleh kecukupan bayi akan ASI tidak terpenuhi sehingga bayi mengalami ketidakpuasan setelah menyusu, bayi sering menangis atau rewel, tinja bayi keras dan payudara tidak terasa membesar. Namun kenyataannya, ASI sebenarnya tidak kurang. Sehingga terkadang timbul masalah bahwa ibu merasa ASInya tidak mencukupi dan ada keinginan untuk menambah dengan susu formula. Kecukupan ASI dapat dinilai dari penambahan berat badan bayi secara teratur, frekuensi BAK paling sedikit 6 kali sehari.

Cara mengatasi masalah tersebut, sebaiknya disesuaikan dengan penyebabnya. Hal yang dapat menyebabkan sindrom kekurangan ASI antara lain:
  1. Faktor teknik menyusui, antara lain masalah frekuensi, perlekatan, penggunaan dot/botol, tidak mengosongkan payudara.
  2. Faktor psikologis: ibu kurang percaya diri, stress.
  3. Faktor fisik, antara lain: penggunaan kontrasepsi, hamil, merokok, kurang gizi.
  4. Faktor bayi, antara lain: penyakit, abnormalitas, kelainan kongenital.

Oleh karena itu, diperlukan kerjasama antara ibu dan bayi sehingga produksi ASI dapat meningkat dan bayi dapat memberikan isapan secara efektif.

Ibu Bekerja
Ibu yang bekerja bukan menjadi alasan tidak dapat menyusui bayinya. Banyak cara yang dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut, antara lain :
  1. Bawalah bayi anda jika tempat kerja ibu memungkinkan.
  2. Menyusui sebelum berangkat bekerja.
  3. Perahlah ASI sebagai persediaan di rumah sebelum berangkat bekerja.
  4. Di tempat kerja, ibu dapat mengosongkan payudara setiap 3-4 jam.
  5. ASI perah dapat disimpan di lemari es atau freezer.
  6. Pada saat ibu di rumah, susuilah bayi sesering mungkin dan rubah jadwal menyusui.
  7. Minum dan makan makanan yang bergizi serta cukup istirahat selama bekerja dan menyusui.
Gambar . ASI perah


Referensi:
Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 52-54).
Program Manajemen Laktasi, 2004. Buku Bacaan Manajemen Laktasi. Jakarta. (bab 5, hlm : 4-5)
Suherni, 2007. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya. (hlm: 57).
20.28 | 0 komentar

Sebenarnya Disminore itu Apa Sih?

Written By Admin on Senin, 22 Agustus 2011 | 22.42

Dalam istilah medis, nyeri haid disebut dismenore. Nyeri itu ada yang ringan dan samar-samar, tetapi ada pula yang berat, bahkan beberapa wanita sampai pingsan karena tidak kuat menahannya. Separuh dari wanita terganggu oleh nyeri haid (lihat kingstone, Beryl. Mengatasi Nyeri Haid. Halaman 21).

Dismenorea adalah nyeri haid menjelang atau selama haid, berupa rasa tidak enak diperut bagian bawah dan seringkali diiringi dengan rasa mual. Dismenorea atau nyeri haid mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita-wanita mudah pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan. Karena gangguan ini sifatnya subyektif, walaupun frekuensi dismenorea cukup tinggi dan penyakit ini sudah lama dikenal, namun sampai sekarang patogenesisnya belum dapat dipecahkan dengan memuaskan. (Prawirohardjo, 1999). 

Dahulu, dismenore disisihkan sebagai masalah psikologis atau aspek kewanitaan yang tidak dapat dihindari, tetapi sekarang dokter mengetahui bahwa dismenore merupakan kondisi medis yang nyata. Meskipun demikian, penyebabnya yang pasti, masih kurang dimengerti.


Penyebab nyeri haid bisa bermacam-macam, bisa karena suatu proses penyakit (misalnya radang panggul), endometriosis, tumor atau kelainan letak uterus, selaput dara atau vagina tidak berlubang, dan stres atau kecemasan yang berlebihan. Akan tetapi, penyebab yang tersering nyeri haid diduga karena terjadinya ketidakseimbangan hormonal dan tidak ada hubungan dengan organ reproduksi.

Nyeri haid dapat digolongkan berdasarkan jenis nyeri dan ada tidaknya kelainan yang dapat diamati. Berdasarkan jenis nyeri, nyeri haid dapat dibagi menjadi, dismenore spasmodik dan dismenore kongestif. Sedangkan berdasarkan ada tidaknya kelainan atau sebab yang dapat diamati, nyeri haid dapat dibagi menjadi, dismenore primer dan dismenore sekunder.

Berdasarkan jenis nyeri, nyeri haid dapat dibagi menjadi, dismenore spasmodik dan dismenore kongestif.

Nyeri spasmodik terasa di bagian bawah perut dan berawal sebelum masa haid atau segera setelah masa haid mulai. Banyak wanita terpaksa harus berbaring karena terlalu menderita nyeri itu sehingga ia tidak dapat mengerjakan apa pun. Ada di antara mereka yang pingsan, merasa sangat mual, bahkan ada yang benar-benar muntah. Kebanyakan penderitanya adalah wanita muda walaupun dijumpai pula pada kalangan yang berusia 40 tahun ke atas. Dismenore spasmodik dapat diobati atau paling tidak dikurangi dengan lahirnya bayi pertama walaupun banyak pula wanita yang tidak mengalami hal seperti itu.

Penderita dismenore kongestif biasanya akan tahu sejak berhari-hari sebelumnya bahwa masa haidnya akan segera tiba. Dia mungkin akan mengalami pegal, sakit pada buah dada, perut kembung tidak menentu, beha terasa terlalu ketat, sakit kepala, sakit punggung, pegal pada paha, merasa lelah atau sulit dipahami, mudah tersinggung, kehilangan keseimbangan, menjadi ceroboh, terganggu tidur, atau muncul memar di paha dan lengan atas. Semua itu merupakan simptom pegal menyiksa yang berlangsung antara 2 dan 3 hari sampai kurang dari 2 minggu. Proses menstruasi mungkin tidak terlalu menimbulkan nyeri jika sudah berlangsung. Bahkan setelah hari pertama masa haid, orang yang menderita dismenore kongestif akan merasa lebih baik.

Berdasarkan ada tidaknya kelainan atau sebab yang dapat diamati, nyeri haid dapat dibagi menjadi, dismenore primer dan dismenore sekunder.

Dismenore primer sering dimulai pada waktu wanita mendapatkan haid pertama dan sering dibarengi rasa mual, muntah, dan diare. Gadis dan wanita muda dapat diserang nyeri haid primer. Dinamakan dismenore primer karena rasa nyeri timbul tanpa ada sebab yang dapat dikenali. Nyeri haid primer hampir selalu hilang sesudah wanita itu melahirkan anak pertama, sehingga dahulu diperkirakan bahwa rahim yang agak kecil dari wanita yang belum pernah melahirkan menjadi penyebabnya, tetapi belum pernah ada bukti dari teori itu.

Nyeri haid yang disebabkan karena kelainan yang jelas dinamakan dismenore sekunder. Nyeri haid yang baru timbul 1 tahun atau lebih sesudah haid pertama dapat dengan mudah ditemukan penyebabnya melalui pemeriksaan yang sederhana. Jika pada usia 40 tahun ke atas timbul gejala nyeri haid yang tidak pernah dialami, penting sekali baginya untuk memeriksakan diri. Nyeri haid sekunder dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:
  1. Rahim yang terbalik sehingga membuat darah haid tidak mudah dikeluarkan, tetapi penyebab itu lebih jarang daripada yang diperkirakan sebelumnya;
  2. Benjolan besar atau kecil di rahim dapat menimbulkan keluhan perdarahan yang banyak atau sering disertai gumpalan darah;
  3. Peradangan selaput lendir rahim. Hal itu biasanya hanya terjadi-dan jarang terjadi-sesudah persalinan atau keguguran. Peradangan dapat pula terjadi akibat penyakit kelamin yang dilalaikan;
  4. Pemakaian spiral;
  5. Endometriosis. Pertumbuhan jaringan lapisan rahim di tempat lain di dalam ruang panggul;
  6. Fibroid atau tumor;
  7. Infeksi pelvis.
Keluhan nyeri haid bisa ringan sampai berat dan berubah keluhan keseluruh tubuh, antara lain:
  1. Muntah dan mual
  2. Rasa capek/letih
  3. Sakit daerah bawah pinggang
  4. Perasaan cemas dan tegang
  5. Pusing kepala dan bingung
  6. Diare
Keluhan-keluhan tersebut diatas bisa bertambah berat apabila ditambah dengan stress dan pengaruh kejiwaan. Biasanya rasa sakit berkurang setelah darah haid keluar.

    Penerangan dan Nasehat

Perlu dijelaskan kepada penderita bahwa dismenorea adalah gangguan yang tidak berbahaya untuk kesehatan. Nasehat-nasehat mengenai makanan sehat, istirahat yang cukup dan olahraga mungkin berguna. Kadang-kadang diperlukan psikoterapi.

    Pemberian Obat Analgesik

Jika rasa nyerinya berat, diperlukan istirahat ditempat tidur dan kompres panas pada bagian perut bawah untuk mengurangi rasa sakit. Obat analgesik yang sering diberikan adalah preparat kombinasi aspirin, fenasetin dan kafein. Contohnya acet-aminophen, postan dan novalgin.

    Terapi Hormonal

Tujuan terapi hormonal adalah menekan ovulasi. Tindakan ini bersifat sementara dengan maksud untuk membuktikan bahwa gangguan merupakan dismenorea primer. Tujuan ini dapat dicapai dengan pemberian pil kombinasi kontrasepsi.

webnode'
22.42 | 0 komentar

Upaya Memperbanyak ASI Perlu di Perhatikan

Written By Admin on Rabu, 20 Juli 2011 | 10.01

Air susu ibu (ASI) adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda. Pada saat yang sama, ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otakn perkembangan sistem saraf.   
 
Manfaat ASI jangka panjang adalah dampak baiknya terhadap tekanan darah, yang dengannya tingkat bahaya serangan jantung dapat dikurangi. Perlindungan yang diberikan ASI disebabkan oleh kandungan zat gizinya. Bayi yang diberi ASI berkemungkinan lebih kecil mengidap penyakit jantung.  
 
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan otak pada bayi yang diberi ASI lebih baik daripada bayi lain. Penelitian pembandingan terhadap bayi yang diberi ASI dengan bayi yang diberi susu buatan pabrik oleh James W. Anderson  seorang ahli dari Universitas Kentucky  membuktikan bahwa IQ [tingkat kecerdasan] bayi yang diberi ASI lebih tinggi 5 angka daripada bayi lainnya. Berdasarkan hasil penelitian ini ditetapkan bahwa ASI yang diberikan hingga 6 bulan bermanfaat bagi kecerdasan bayi, dan anak yang disusui kurang dari 8 minggu tidak memberikan manfaat pada IQ.

Meski demikian, tidak semua ibu mau menyusui bayinya karena berbagai alasan. Misalnya takut gemuk, sibuk, payudara kendor dan sebagainya. Di lain pihak, ada juga ibu yang ingin menyusui bayinya tetapi mengalami kendala. Biasanya ASI tidak mau keluar atau produksinya kurang lancar.

Banyak hal yang dapat mempengaruhi produksi ASI. Produksi dan pengeluaran ASI dipengaruhi oleh dua hormon, yaitu prolaktin dan oksitosin. Prolaktin mempengaruhi jumlah produksi ASI, sedangkan oksitosin mempengaruhi proses pengeluaran ASI. Prolaktin berkaitan dengan nutrisi ibu, semakin asupan nutrisinya baik maka produksi yang dihasilkan juga banyak.

Namun demikian, untuk mengeluarkan ASI diperlukan hormon oksitosin yang kerjanya dipengaruhi oleh proses hisapan bayi. Semakin sering puting susu dihisap oleh bayi maka semakin banyak pula pengeluaran ASI. Hormon oksitosin sering disebut sebagai hormon kasih sayang. Sebab, kadarnya sangat dipengaruhi oleh suasana hati, rasa bahagia, rasa dicintai, rasa aman, ketenangan, relaks.

Hal-hal yang mempengaruhi produksi ASI:
  1. Makanan.
  2. Ketenangan jiwa dan pikiran.
  3. Penggunaan alat kontrasepsi.
  4. Perawatan payudara.
  5. Anatomis payudara.
  6. Faktor fisiologi.
  7. Pola istirahat.
  8. Faktor isapan anak atau frekuensi penyusuan.
  9. Faktor obat-obatan.
  10. Berat lahir bayi.
  11. Umur kehamilan saat melahirkan.
  12. Konsumsi rokok dan alkohol.
Makanan
Makanan yang dikonsumsi ibu menyusui sangat berpengaruh terhadap produksi ASI. Apabila makanan yang ibu makan cukup akan gizi dan pola makan yang teratur, maka produksi ASI akan berjalan dengan lancar.

Ketenangan jiwa dan pikiran
Untuk memproduksi ASI yang baik, maka kondisi kejiwaan dan pikiran harus tenang. Keadaan psikologis ibu yang tertekan, sedih dan tegang akan menurunkan volume ASI.

Penggunaan alat kontrasepsi
Penggunaan alat kontrasepsi pada ibu menyusui, perlu diperhatikan agar tidak mengurangi produksi ASI. Contoh alat kontrasepsi yang bisa digunakan adalah kondom, IUD, pil khusus menyusui ataupun suntik hormonal 3 bulanan.

Perawatan payudara
Perawatan payudara bermanfaat merangsang payudara mempengaruhi hipofise untuk mengeluarkan hormon prolaktin dan oksitosin.

Anatomis payudara
Jumlah lobus dalam payudara juga mempengaruhi produksi ASI. Selain itu, perlu diperhatikan juga bentuk anatomis papila atau puting susu ibu.

Faktor fisiologi
ASI terbentuk oleh karena pengaruh dari hormon prolaktin yang menentukan produksi dan mempertahankan sekresi air susu.

Pola istirahat
Faktor istirahat mempengaruhi produksi dan pengeluaran ASI. Apabila kondisi ibu terlalu capek, kurang istirahat maka ASI juga berkurang.

Faktor isapan anak atau frekuensi penyusuan
Semakin sering bayi menyusu pada payudara ibu, maka produksi dan pengeluaran ASI akan semakin banyak. Akan tetapi, frekuensi penyusuan pada bayi prematur dan cukup bulan berbeda. Studi mengatakan bahwa pada produksi ASI bayi prematur akan optimal dengan pemompaan ASI lebih dari 5 kali per hari selama bulan pertama setelah melahirkan. Pemompaan dilakukan karena bayi prematur belum dapat menyusu. Sedangkan pada bayi cukup bulan frekuensi penyusuan 10 ± 3 kali perhari selama 2 minggu pertama setelah melahirkan berhubungan dengan produksi ASI yang cukup. Sehingga direkomendasikan penyusuan paling sedikit 8 kali perhari pada periode awal setelah melahirkan. Frekuensi penyusuan ini berkaitan dengan kemampuan stimulasi hormon dalam kelenjar payudara.

Berat lahir bayi
Bayi berat lahir rendah (BBLR) mempunyai kemampuan menghisap ASI yang lebih rendah dibanding bayi yang berat lahir normal (> 2500 gr). Kemampuan mengisap ASI yang lebih rendah ini meliputi frekuensi dan lama penyusuan yang lebih rendah dibanding bayi berat lahir normal yang akan mempengaruhi stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin dalam memproduksi ASI.

Umur kehamilan saat melahirkan
Umur kehamilan dan berat lahir mempengaruhi poduksi ASI. Hal ini disebabkan bayi yang lahir prematur (umur kehamilan kurang dari 34 minggu) sangat lemah dan tidak mampu menghisap secara efektif sehingga produksi ASI lebih rendah daripada bayi yang lahir cukup bulan. Lemahnya kemampuan menghisap pada bayi prematur dapat disebabkan berat badan yang rendah dan belum sempurnanya fungsi organ.

Konsumsi rokok dan alkohol
Merokok dapat mengurangi volume ASI karena akan mengganggu hormon prolaktin dan oksitosin untuk produksi ASI. Merokok akan menstimulasi pelepasan adrenalin dimana adrenalin akan menghambat pelepasan oksitosin.

Meskipun minuman alkohol dosis rendah disatu sisi dapat membuat ibu merasa lebih rileks sehingga membantu proses pengeluaran ASI namun disisi lain etanol dapat menghambat produksi oksitosin.

Referensi
Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 27-29)
http://futabashou534.multiply.com/journal/item/34/Memperlancar_ASI. 2007
http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-arifin.pdf Siregar, A. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi http://www.damandiri.or.id/file/evawanyaritonangipbbab2.pdf Peran ASI bagi Bayi
10.01 | 0 komentar

Masa Kehamilan

Written By Admin on Senin, 04 Juli 2011 | 22.38


Menjaga kehamilan agar bayi sehat selama di kandungan tidak lah mudah. agar bayi yang ada dalam kandungan tetap sehat. Inilah awal untuk memiliki anak yang sehat. Dan masa kehamilan ini sangatlah menentukan pertumbuhan dan perkembangan si kecil nantinya.

 Minggu Ke-1

    Calon Ibu

Idealnya calon ibu berada dalam kondisi sehat optimal. Kebiasaan seperti merokok, minum beralkohol dan obat-obatan yang tidak perlu sudah seharusnya dihentikan pada masa ini. Suhu tubuh basal akan sedikit meningkat pada masa ovulasi dan berkisar antara 36,6 C dan berangsur - angsur akan meningkat. Konsultasi genetik bisa dilakukan dengan dokter kandungan untuk mengetahui apakah adanya riwayat penyakit menurun dalam keluarga seperti hemofili, fibrosis kistik atau berbeda tipe golongan darah Rhesus.

Minggu Ke-2

    Calon Ibu

Masa fertilisasi atau pembuahan dimana berjuta-juta sperma pasangan akan masuk ke vagina dan mencapai tuba falopi. Beberapa ratus sperma akan menuju sel telur sambil mengeluarkan enzim yang membuat salah satu sperma berhasil menembus lapisan pelindung sel telur yang matang. Pada saat ini terjadi perubahan kimiawi yang mencegah sperma lain memasuki sel telur. Tubuh sperma yang berhasil masuk sel telur akan terurai dan inti sel yang membawa kode genetik akan menyatu dengan kode genetik sel telur yang telah dibuahi.

    Janin Bayi

Jenis kelamin bayi pada masa ini ditentukan oleh 46 kromosom yang menyusun karakteristik genetik-nya. Sel sperma dan sel telur membawa kode genetiknya masing-masing. Sel telur hanya memiliki kromosom X, namun sel sperma membawa kromosom X atau Y. Bila sperma yang membuahi sel telur membawa kromosom X maka akan membentuk seorang bayi perempuan. Lain halnya bila yang membuahi sel telur adalah sel sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi laki-laki-lah yang akan terbentuk. Pada hal ini, calon ayah-lah yang sebenarnya menentukan jenis kelamin bayi.

Sel telur yang telah dibuahi akan mebelah dua menjadi 2 sel, kemudian 4 sel dan kemudian terus membelah sambil bergerak meninggalkan tuba falopi menuju rahim. Saat ini, dengan perkiraan kasar terdapat 30 sel hasil pembelahan. Kumpulan sel tersebut dinamakan morula, dari bahasa Latin yang berarti anggur.

Minggu Ke-3


    Calon Ibu

Kira-kira 7 hari setelah fertilisasi, morula akan tertanam di lapisan dalam rahim (endometrium). Secara formal hal ini dapat dikatakan sebagai suatu kehamilan. Kelompok sel tersebut akan semakin matang dan menjadi blastokista, substansi yang akan men-stimulasi terjadinya perubahan dalam tubuh calon ibu termasuk terhentinya siklus menstruasi.

    Janin Bayi

Selama minggu-minggu awal kehamilan, bayi akan berkembang pesat. Setiap hari pasti akan terjadi perubahan besar. Hanya dalam waktu 7 hari, sebuah sel akan menjadi suatu kelompok berisi ratusan sel. Walau secara kasat mata bahkan dengan bantuan mikroskop tetap sulit dilihat, sel-sel ini telah mengatur dirinya sendiri dengan benar. Sebagian membentuk embrio, sedangkan yang lain menjadi struktur penyokong yang memberi nutrisi kepada embrio. Bagaimana hal ini terjadi masih menjadi misteri bagi para ahli.

Minggu Ke-4

    Calon Ibu

Meskipun kehamilan bisa diketahui sendiri, namun tes darah yang mampu membuktikan kehamilan secara akurat, terutama pada minggu-minggu ini. Hal ini disebabkan adanya blastokista yang akan mengeluarkan sejumlah hormon kehamilan (Human Chorionic Gonadotrophin / hCG). Hormon ini dapat terdeteksi dalam darah. Urin juga dapat digunakan untuk men-tes hormon ini, namun hasilnya tidak seakurat tes darah.

    Janin Bayi

Pada minggu ini blastokista yang tadinya berbentuk seperti bola mulai berubah menjadi sebuah embrio. Embrio ini dibedakan menjadi 3 jenis lapisan yang nantinya membentuk 3 jenis jaringan, yaitu:

    Endoderm: lapisan terdalam yang akan membentuk paru-paru, hati, sistem pencernaan dan pankreas
    Mesoderm: lapisan tengah yang akan membentuk tulang, otot, ginjal, pembuluh darah dan jantung
    Ektoderm: lapisan terluar yang akan membentuk kulit, rambut, lensa mata, email gigi dan sistem saraf

Keseluruhan sel dalam setiap jaringan akan bergerak mengelilingi untuk menuju tempat masing-masing dan bentuk bakal kepala embrio akan meruncing seperti tetesan air mata.

Minggu Ke-5

    Calon Ibu

Tanda utama kehamilan adalah tidak menstruasi sekitar 2-3 minggu setelah konsepsi. Namun ketiadaan menstruasi (amenore) ini bisa juga disebabkan oleh hal-hal lain. Untuk memastikan perlu dilakukan tes urin sehingga dokter dapat menaksir perkiraan hari persalinan dihitung semenjak hari pertama siklus menstruasi terakhir.

Selain tidak menstruasi (amenore) terdapat tanda-tanda awal lainnya yang juga perlu diperhatikan, misalnya mual muntah atau biasa disebut morning sickness, perubahan selera makan, perubahan pada payudara, dan kelelahan.

Kehamilan biasanya terbagi dalam periode, yang dikenal sebagai triwulan, yaitu:

    Triwulan I : berlangsung hingga minggu kehamilan ke-13. Pada masa ini terjadi perkembangan janin yang cepat. Pada masa ini risiko keguguran juga termasuk tinggi.
    Triwulan II : berlangsung dari minggu ke-14 hingga minggu kehamilan ke-27
    Triwulan II : berlangsung dari minggu ke-28 hingga masa kelahiran

    Janin Bayi

Pada saat ini janin dalam rahim sang ibu telah memiliki bentuk yang lebih jelas. Janin telah memiliki bagian atas bawah, kanan kiri, serta depan belakang. Di daerah punggung terdapat suatu celah melengkung yang akan membentuk struktur seperti tabung silinder yang disebut neural tube (tabung saraf). Dalam perkembangannya, pada tabung ini akan terbentuk sumsum tulang belakang dan otak. Bagian atas dari tabung tersebut akan meluas dan mendatar untuk mebentuk otak depan. Selain itu di bagian pusat janin akan terbentuk suatu tonjolan yang merupakan bakal jantung. Tonjolan tersebut akan dialiri oleh pembulu darah rudimenter (pembuluh darah yang belum sempurna).

Minggu Ke-6

    Calon Ibu

Pada saat ini banyak wanita yang menghubungkan kehamilan dengan timbulnya keluhan, khususnya nausea (pusing dan mual). Biasanya para ibu saat ini merasa lebih mudah tersinggung dan lelah daripada sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya peningkatan hormon progesteron. Biasanya isitrahat yang cukup akan membantu proses relaksasi dalam neghadapi hal-hal tersebut.

    Janin Bayi

Tabung saraf di sepanjang tulang belakang telah menutup. Di salah satu ujungnya telah terbentuk bakal otak yang akan mengisi tulang tengkorak. Sementara itu terdapat 2 buah piringan pigmen kecil yang membentuk struktur seperti mangkuk di kedua sisi kepalanya. Bagian ini disebut vesikel optikus yang merupakan bakal mata.

Walaupun jantung bayi pada awalnya hanya berupa tabung kecil, namun pada tahap ini bakal jantung telah berdenyut dan tidak akan pernah berhenti hingga akhir hidup. Bakal kaki dan tangan juga mulai terlihat, demikian pula tulang ekor akan makin terlihat jelas di tahap ini.

Minggu Ke-7

    Calon Ibu

Lima minggu setelah konsepsi, dinding rahim melunak sehingga mempermudah penanaman blastosit. Pada saat ini serviks (mulu tahim mulai melunak. Perubahan yang terjadi di organ dalam lain adalah penebalan lendir serviksyang akan menggumpal membentuk sumbat (plug) dalam saluran mulut rahim. Nantinya lendir ini akan dikeluarkan sesaat sebelum proses persalinan, yaitu saat serviks mulai membuka (hal ini disebut show).

    Janin Bayi

Di minggu ini terjadi perubahan pada tubuh, wajah, dan kaki bayi. Saluran pencernaan janin mulai terbentuk dan usus depan telah terlihat. Bentuk tulang ekor juga jelas terlihat namun akan menghilang di minggu ke-10 atau 11. Paru-paru juga mulai berkembang sementara itu tali pusat akan berkembang setelah plasenta dewasa. Selain itu telah terbentuk pula bakal wajah, sedikit pigmentasi pada iris mata dan lubang pada mulutnya. Seminggu setelah pembentukan bakal kaki, maka bakal lengan justru telah dapat dibedakan menjadi segmen tangan dan bahu.

Minggu Ke-8

    Calon Ibu

Walauoun rahim mulai membesar, perubahan ini biasanya belum terlihat dari luar. Yang lebih dahulu mendeteksi perubahan ini secara umum adalah dokter. Dokter akan meraba pembesaran saat melakukan pemerikasaan panggul. Biasanya ukuran baju sang ibu mulai membesar karena pinggang terasa mulai adanya pengetatan akibat membesarnya janin yang tumbuh.

    Janin Bayi

Pada ujung-ujung tubuh yang sedang berkembang, mulai terbentuk bakal jari tangan dan kaki, sedangkan bakal lengan akan sedikit fleksi (membengkok) pada bagian pergelangan dan siku. Pada bagian sisi lehernya nampak bakal telinga luar yang mulai tumbuh, begitu pula halnya bakal bibir atas dan ujung hidung pada wajahnya. Bakal mata janin masih saling berjauhan satu sama lain, namun bakal kelopak mata mulai terbentuk mengitarinya. Dalam tubuh janin, usus halus tampak panjang sekali sehingga rongga perut tidak mampu menampung. Beberapa akan menonjol ke tali pusat janin yang disebut hernia (penonjolan) fisiologik.

Minggu Ke-9

    Calon Ibu

Pada saat in hormon kehamilan hCG sedang berada di posisi puncak sehingga sang ibu akan mengalami beberapa perubahan. Kulit wajah sang ibu akan terasa lebih halus dan kencang walau mungkin akan sedikit berjerawat pula. Rambut sang ibu akan terasa lebih kering dan payudara terlihat sedikit mengencang, kadang-kadang padat, atau sedikit nyeri bila ditekan. Pada saat ini pula cairan keluar dari vagina dalam jumlah bervariasi.

    Janin Bayi

Punggung bayi saat ini akan sedikit menegak dan tulang ekornya akan sedikit memendek. Proporsi kepala masih lebih besar dari anggota tubuh lainnya dan bagian kepala masih menekuk ke arah dada. Kedua mata bayi telah berkembang dengan baik namun masih ditutupi oleh membran kelopak. Selain itu bayi sudah dapat melakukan gerakan-gerakan kecil setelah otot-ototnya mulai berkembang dan perubahan ini dapat dilihat melalui USG. Anggota badan lainnya juga muali berkembang, seperti perkembangan lengan dan jari tangan lebih cepat daripada tungkai dan jari kaki. Pada tahap ini, telapak tangan janin telah memiliki batas jari tangan yang jelas. Kelima jari tangan tampak terpisah satu sama lain.

sumber:id.wikipedia.org
22.38 | 0 komentar

Pada Saat Kehamilan


Yang terpenting dalam mengatasi situasi darurat adalah keyakinan bahwa kita mampu. Namun, tentu saja sikap percaya diri harus didukung keterampilan melakukan langkah-langkah yang tepat:

  • Hubungi dokter yang selama ini menangani kehamilan, baru kemudian hubungi suami atau keluarga. Jangan lupa, setiap detik begitu berharga demi keselamatan ibu dan janin.
  • Jangan panik. Kenali gejala-gejala kehamilan yang wajar dan tidak. Kemampuan ini bisa didapat dengan cara banyak mencari informasi ilmiah tentang kehamilan. Contoh, kontraksi yang hanya terjadi sesaat lalu menghilang lantas timbul beberapa jam kemudian merupakan hal wajar dan masuk dalam kondisi fisiologis. Namun, kontraksi yang terus-menerus dengan intensitas yang makin meningkat dan hilang timbul dengan tempo konstan dan bertambah sering kemungkinan besar masuk dalam kondisi patologis. Apalagi jika dibarengi perdarahan, harus lebih waspada.
Berikut ini beberapa kejadian kecil yang pada umumnya muncul di masa kehamilan, inilah tips ibu hamil dalam cara mengatasinya :

Pusing

Di trimester pertama, sebagian besar ibu hamil akan mengalami pusing disertai mual. Hal ini disebabkan terjadinya perubahan hormon dan pusing biasanya akan hilang dengan sendirinya, tanpa memakan waktu yang lama.

Pusing saat kehamilan bisa disebabkan masalah emosional, ketegangan, atau lelah. Ibu hamil yang mengalami pusing ada baiknya tidak mengkonsumsi obat, cukup dengan beristirahat atau berbaring di tempat tidur. Jika pusing yang Anda alami cukup mengganggu apalagi disertai gangguan penglihatan seperti berkunang-kunang, segera konsultasikan dengan dokter kandungan Anda.

Kaki bengkak

Di bulan-bulan akhir usia kehamilan, volume darah akan meningkat sehingga kadang terlihat tanda-tanda tekanan darah tinggi, salah satunya membengkaknya kaki. Untuk mengatasi masalah ini, kurangilah mengkonsumsi makanan mengandung garam dan istirahatlah yang cukup. Saat kaki bengkak, coba untuk meluruskannya dan mengangkat kaki agak ke atas menggunakan bantalan atau lainnya.

Mual dan muntah

Mual dan muntah atau biasa disebut morning sickness biasa muncul di pagi hari ataupun di siang maupun malam hari. Tidak ada obat khusus yang dapat mencegah morning sickness ini. Namun, Anda dapat mengurangi rasa mual dengan mengkonsumsi makanan kecil saat bangun tidur, dan lebih banyak mengkonsumsi air putih. Mual dan muntah ini biasanya akan hilang di akhir usia empat bulan kehamilan.

Sembelit

Sembelit kemungkinan dapat terjadi diawal masa kehamilan. Disebabkan oleh hormon progesteron sewaktu hamil yang menyebabkan relaksasi usus sehingga menyebabkan daya dorong usus terhadap sisa makanan berkurang. Sisa makanan ini akan bertumpuk sehingga terjadilah sembelit.

Sembelit juga disebabkan kandungan zat besi pada tablet yang dikonsumsi ibu hamil atau kebiasaan menahan buang air besar. Untuk mengatasinya, perbanyaklah mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan yang berserat, dan banyak mengkonsumsi air putih, minimal dua liter sehari.

Semoga tips ibu hamil untuk mengatasi keluhan saat kehamilan ini dapat membantu.
21.45 | 0 komentar

ASI eksklusif dan manfaatnya

Written By Admin on Minggu, 19 Juni 2011 | 21.33

Yang dimaksud pemberian ASI eksklusif adalah bayi hanya diberikan ASI, tanpa diberi tambahan cairan lain, seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa pemberian makanan tambahan lain, seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur, atau nasi tim. Pemberian ASI eksklusif dianjurkan untuk jangka waktu minimal hingga bayi berumur empat bulan dan akan lebih baik lagi apabila diberikan sampai bayi berusia enam bulan.

Manfaat pemberian ASI, khususnya ASI secara eksklusif bagi bayi, ibu, keluarga, negara, bahkan dunia, sangat banyak untuk disebutkan satu per satu. Manfaat yang terpenting bagi bayi antara lain: ASI merupakan nutrisi dengan kualitas dan kuantitas yang terbaik, ASI dapat meningkatkan daya tahan tubuh, ASI dapat meningkatkan kecerdasan, dan Pemberian ASI dapat meningkatkan jalinan kasih sayang/ bonding.

1. ASI sebagai nutrisi
ASI yang dihasilkan seorang ibu yang melahirkan bayi prematur, komposisinya akan berbeda dengan ASI yang dihasilkan ibu yang melahirkan cukup bulan. Demikian pula halnya ASI yang keluar pada hari-hari pertama atau kolostrum, berbeda komposisinya dengan ASI yang keluar pada hari-hari selanjutnya, disebut ASI mature. Terdapat juga perbedaan antara komposisi ASI yang keluar pada saat permulaan
ibu menyusui (fore milk) dengan komposisi ASI yang keluar pada saat-saat akhir ibu menyusui (hind milk).

ASI merupakan sumber gizi yang sangat ideal, berkomposisi seimbang, dan secara alami disesuaikan dengan kebutuhan masa pertumbuhan bayi. ASI adalah makanan bayi yang paling sempurna, baik kualitas maupun kuantitasnya. Dengan melaksanakan manajemen laktasi secara baik, ASI sebagai makanan tunggal akan mencukupi kebutuhan tumbuh bayi hingga usia enam bulan. Setelah usia enam bulan, bayi harus mulai mendapatkan makanan padat, tetapi pemberian ASI dapat terus dilanjutkan sampai bayi berumur dua tahun atau lebih.

Negara-negara Barat banyak melakukan penelitian khusus guna memantau pertumbuhan bayi penerima ASI eksktusif dan terbukti bayi penerima ASI eksklusif dapat tumbuh sesuai dengan rekomendasi pertumbuhan standar WHO-NCHS.

2. ASI bagi daya tahan tubuh dan kesehatan bayi
Bayi baru lahir secara alamiah mendapatkan immunoglobulin (zat kekebalan atau daya tahan tubuh) dari ibunya melalui plasenta, tetapi kadar zat tersebut dengan cepat akan menurun segera setelah kelahir-annya. Badan bayi baru lahir akan memproduksi sendiri immunoglobulin secara cukup saat mencapai usia sekitar empat bulan. Pada saat kadar immunoglobulin bawaan dari ibu menurun dan yang dibentuk sendiri oleh tubuh bayi belum mencukupi, terjadilah suatu periode kesenjangan immunoglobulin pada bayi.

Fakta mengenai menyusui

Kesenjangan tersebut hanya dapat dihilangkan atau dikurangi dengan pemberian ASI. Air susu ibu merupakan cairan yang me-ngandung kekebalan atau daya tahan tubuh sehingga dapat menjadi pelindung bayi dari berbagai penyakit infeksi bakteri, virus, dan jamur. Kolostrum mengandung zat immunoglobulin atau zat kekebalan 10 sampai 17 kali lebih banyak dari ASI mature. Selain itu, ASI akan rnerangsang terbentuknya antibodi bayi lebih cepat. Jadi, ASI tidak saja bersifat imunisasi pasif, tetapi juga aktif.

Suatu kenyataan bahwa mortalitas (angka kematian) dan morbiditas (angka terkena penyakit) pada bayi ASI eksklusif jauh lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkan ASI.

3. ASI eksklusif mengembangkan kecerdasan
Perkembangan kecerdasan anak sangat berkaitan erat dengan pertumbuhan otak. Faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan otak anak adalah nutrisi yang diterima saat pertumbuhan otak, terutama saat pertumbuhan otak cepat. Lompatan pertumbuhan pertama atau growth spourt sangat penting karena pada periode inilah pertumbuhan otak sangat pesat. Kesempatan tersebut hendaknya dimanfaatkan oleh ibu agar pertumbuhan otak bayi sempurna dengan cara memberikan nutrisi dengan kualitas dan kuantitas optimal. Kesempatan itu bagi seorang anak tidak akan berulang lagi. Telah terbukti pula dalam penelitian bayi yang kekurangan gizi berat pada masa pertumbuhan cepat pertama, yaitu dari usia 0-6 bulan, akan menerima dampak pengurangan jumlah sel otak sebanyak 15% sampai 20%.

Alam membekali manusia dengan “obat” pencegah gangguan gizi untuk periode ini, yaitu ASI. Pemberian ASI eksklusif sampai bayi berusia 4-6 bulan akan menjamin terjadinya perkembangan potensi kecerdasan anak secara optimal.

Air susu ibu selain merupakan nutrien ideal, dengan komposisi tepat, dan sangat sesuai kebutuhan bayi, juga mengandung nutriennutrien khusus yang sangat diperlukan pertumbuhan optimal otak bayi. Berikut ini nutrien khusus pada ASI yang tidak ada atau hanya sedikit terdapat pada susu sapi.

Hasil penelitian terhadap 1.000 bayi prematur membuktikan bayi-bayi prematur yang diberi ASI eksklusif mempunyai IQ lebih tinggi 8,3 poin. Hasil penelitian Dr. Riva (1977) menunjukkan bayi ASI eksklusif pada usia 9 tahun mempunyai IQ 12,9 poin lebih tinggi.

4. ASI dan jalinan kasih sayang
Bayi yang sering berada dalam dekapan ibunya karena menyusui, dapat merasakan kasih sayang ibu dan mendapatkan rasa aman, tentram, dan terlindung. Perasaan terlindung dan disayang inilah yang menjadi dasar perkembangan emosi bayi, yang kemudian membentuk kepribadian anak menjadi baik dan penuh percaya diri.

5. Keuntungan lain pemberian ASI
a. Tidak mudah tercemar
ASI steril dan tidak mudah tercemar, sedangkan susu formula mudah dan sering tercemar bakteri, terutama bila ibu kurang mengetahui cara pembuatan susu formula yang benar dan baik. Bila botol tidak bersih, maka bakteri akan cepat tumbuh. Selain itu, susu sudah berbahaya bagi bayi walaupun belum tercium basi.

b. Melindungi bayi dari infeksi
ASI mengandung berbagai antibodi terhadap penyakit yang disebabkan bakteri, virus, jamur, dan parasit yang menyerang manusia. Susu sapi tidak mengandung antibodi terhadap penyakit sehingga bayi susu formula lebih sering terserang muntah-berak dan batuk-pilek serta infeksi saluran pernafasan.

c. Ekonomis
Memberikan ASI jauh lebih murah dibanding memberikan susu formula. Ibu tidak perlu membeli susu kaleng dan peralatan susu botol. Ibu tidak perlu mengeluarkan dana untuk membeli susu kaleng dan memasak air untuk susu dan peralatan membuat susu. Ibu dari kelompok ekonomi lemah yang tidak mampu membeli susu formula untuk bayinya seringkali mengencerkan takaran susu formula sehingga bayi mereka sering menderita kurang gizi.

d. Mengandung vitamin yang cukup
Vitamin, mineral dan zat besi yang terdapat dalam ASI akan diserap dengan baik oleh usus bayi, sedangkan pada susu sapi zat-zat tersebut hanya sebagian saja yang diserap oleh usus bayi.

e. Mencegah anemia akibat kekurangan zat besi
Zat besi dari susu sapi tidak diserap secara sempurna,sehingga bayi susu formula sering menderita anemia karena kekurangan zat besi. Penelitan membuktikan, bahwa tingkat kecerdasan pada bayi atau anak yang kekurangan zat besi akan menurun.

f. Mudah dicerna
ASI mudah dicerna, sedangkan susu sapi sulit dicerna karena tidak mengandung enzim pencerna. Selain itu, komponen kasein yang banyak terdapat susu formula membentuk gumpalan-gumpalan susu tebal sehingga sukar untuk dicerna. Akibatnya akan terdapat banyak zat sisa yang tidak dicerna oleh bayi. Selain itu, bayi akan menderita sembelit (sukar buang air besar).

g. Menghindarkan bayi dari alergi
Bayi yang diberi susu sapi terlalu dini mungkin menderita lebih banyak masalah alergi, misalnya asma dan eksim.
21.33 | 0 komentar

Categories

Blog Archives

Pengikut